Konsep roh merupakan sesuatu yang sangat akrab di telinga kita, apalagi konsep ini lekat dengan konsep penciptaan dan kehidupan setelah kematian. Pertanyaannya adalah, bila penciptaan dan kehidupan setelah kematian itu tidak ada (atau setidaknya belum terbukti keberadaannya), apakah roh juga tidak ada? Jika tidak, bagaimana manusia bisa hidup?
Singkatnya, konsep roh itu sendiri dibuat oleh orang-orang untuk menjelaskan konsep kesadaran sebelum ilmu kedokteran semaju sekarang. Pada saat itu, masih belum ada penjelasan tentang bagaimana manusia bisa hidup (atau mati), sehingga dibuatlah konsep roh, manusia hidup karena ada roh yang ada dalam tubuhnya dan meninggal saat roh tersebut keluar dari tubuh. Ilmu kedokteran sejauh ini belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan roh / jiwa dalam tubuh manusia.
Salah satu peran roh yang paling fatal, yaitu pembentuk kepribadian, pada kenyataannya sangat dipengaruhi oleh otak (selain karena gen dan lingkungan). Contoh yang paling mudah adalah melihat pasien yang mengalami brain damage (entah karena kecelakaan atau disorder). Ketika bagian tertentu otaknya mengalami kerusakan/perubahan, ada kemungkinan kepribadian orang tersebut juga berubah.
Jadi, bagaimana manusia hidup tanpa roh? Simpelnya, tubuh kita dapat bekerja berkat kerja sama antara sistem dalam tubuh manusia, seperti yang telah ditulis di atas. Otak, sistem saraf, organ dan jaringan kita bekerja sama setiap harinya agar kita dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Melihat fakta-fakta ini, bisa dipastikan bahwa roh itu tidak benar-benar ada dan pada dasarnya tubuh manusia tidak memerlukan keberadaan roh untuk berfungsi.
sc : ABAM
Komentar
Posting Komentar