Pertanyaan Umum Seputar LGBT
Apa itu Homoseksualitas?
Homoseksualitas adalah salah satu orientasi seksual yang berupa ketertarikan emosional, romantis, dan seksual kepada orang berjenis kelamin sama. Selain homoseksual, terdapat orientasi seksual lain seperti heteroseksual yang berarti ketertarikan kepada orang berjenis kelamin berbeda, dan biseksual yang berarti ketertarikan pada orang dengan jenis kelamin baik wanita maupun pria. Gay adalah sebutan yang lebih umum bagi laki-laki homoseksual dan Lesbian adalah sebutan untuk wanita homoseksual.
Apakah homoseksual normal?
Ya, menjadi homoseksual adalah normal. Homoseksual telah ada sepanjang sejarah manusia. Antropologis mengatakan bahwa lesbian dan gay telah ada sejak dahulu kala dan dapat ditemukan di tiap peradaban dan tiap budaya yang pernah ada di bumi. Lesbian dan gay adalah bagian dari setiap kelas sosioekonomi, tingkat pendidikan, dan ras ataupun etnis. Bahkan, studi terbaru mengatakan homoseksualitas juga dapat ditemukan pada lebih dari 450 spesies binatang selain manusia, termasuk lumba-lumba, singa, zebra, gajah, penguin, dll. Jadi fenomena homoseksualitas adalah hal yang normal dan sangat alami.
Mengapa seseorang memilih menjadi homoseksual?
Pertama-tama, orientasi seksual tidak dipilih, tetapi ditemukan. Seperti halnya orang-orang heteroseksual (secara otomatis) "menemukan" pada saat beranjak remaja, bahwa mereka tertarik pada lawan jenis, demikian pula gay dan lesbian menemukan bahwa mereka ternyata secara alami tertarik kepada sesama jenis.
Kalau begitu, apa yang menyebabkan homoseksual?
Meskipun para ilmuwan belum dapat mengerti sepenuhnya bagaimana orientasi seksual terbentuk, tetapi hasil dari penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa penentuan orientasi seksual terjadi pada awal kehidupan, bahkan mungkin sebelum lahir. Karena itu, kita dapat dengan pasti mengatakan homoseksual tidak disebabkan oleh proses perkembangan yang tidak sempurna, trauma, ataupun pengaruh dari orangtua atau keluarga. American Psychoanalytic Association yang merupakan pembuat teori bahwa gay disebabkan oleh pengaruh masa kecil dan orang tua pun telah meminta maaf kepada kaum gay atas penderitaan yang disebabkan oleh pandangan yang salah akibat teori yang sebelumnya mereka buat.
Beberapa studi menunjukkan, bahwa pada lelaki, homoseksualitas berkorelasi dengan urutan lahir. Semakin banyak saudara laki-laki yang dimiliki seseorang, maka semakin besar kemungkinan anak laki-laki berikutnya menjadi gay. Penelitian ini juga menghitung saudara laki-laki yang meninggal sebelum partisipan lahir, jadi ini tidak berhubungan dengan pengaruh lingkungan dan keluarga; murni urutan lahir.
Studi lain seperti studi DNA, studi hormon, dan studi kembar juga mendukung pendapat bahwasanya homoseksual terjadi karena sebab-sebab alami. Namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan mengenai sebab seseorang menjadi homoseksual.
Apakah homoseksualitas gangguan jiwa?
Sama sekali tidak. Label "gangguan jiwa" telah dihapuskan oleh American Psychiatric Association (APA) sejak tahun 1973. APA menyatakan : "Setelah lebih dari 35 tahun penelitian ilmiah yang objektif, telah jelas bahwa homoseksualitas tidak berkaitan dengan gangguan jiwa, gangguan emosional, ataupun sosial." Homoseksualitan hanya salah satu cara minoritas dalam mengekspresikan cinta dan seksualitas. Saat ini, baik APA maupun WHO telah setuju bahwa homoseksualitas bukan merupakan gangguan jiwa.
Pandangan yang salah selama ini mengenai homoseksual sebagai gangguan jiwa muncul karena penelitian-penelitian terdahulu hanya berfokus pada gay dan lesbian yang berada dalam institusi terapi atau penjara. Tetapi setelah peneliti mulai menganalisa gay dan lesbian secara lebih umum--termasuk informasi tentang gay dan lesbian yang menjalani hidup normal, ditemukan tidak ada kaitan mengenai gangguan jiwa dan homoseksualitas. Jadi, apa yang terlihat sebagai gangguan jiwa pada para homoseksual sebenarnya adalah efek dari stigma masyarakat, penolakan, pengucilan, dan rasa benci pada diri, yang akhirnya merusak kesehatan mental para gay dan lesbian tersebut.

Komentar
Posting Komentar